Bersama Irfan

Belajar Terus Biar Pinter

.: Dari Seorang Anak Desa Tanjung Kecamatan Tebing Tinggi Barat Kabupaten Meranti Provinsi Riau Indonesia : Ujung Dunia Untuk Seluruh Dunia :.

Irfan
Lihat profil lengkapku
Post
Atom
Post
Komentar
Atom
Komentar

Sedang Online

Total pengunjung
Graphic Designer - Company Brand Design
Graphic Designer

Save Palestine


Arsip

  • ▼  2009 (12)
    • ▼  Januari (12)
      • Operator Telekomunikasi Indonesai
      • 10 Negara Pengguna Internet Tertinggi Di Asia
      • LCD Paling Tipis Didunia
      • Gambar yang aneh-aneh
      • Teroris Cyber Ancam India
      • Ancaman Cyber Diwaspadai Symantec Di 2009
      • Virus Hopeless Diawal Tahun
      • 10 Tips Mengamankan Komputer
      • AS Waspadai Serangan Cyber
      • Televisis Masa Depan Toshiba
      • Bank Jateng Dibobol Cracker
      • Polisi boleh menghack seenaknya
  • ►  2008 (3)
    • ►  Desember (3)
      • Manusia "Bersayap" Terbang Lintasi Selat Inggris
      • Protokol Internet Antarpelanet
      • Meranti Disahkan jadi Kabupaten
Powered By Blogger

Kategori Arsip

  • Dunia Cyber (5)
  • Gambar (1)
  • Politik (1)
  • Sains (2)
  • Statistik (2)
  • Teknologi Elektronik (2)
  • Trik dan Tips (1)
  • Virus (1)

Rabu, 07 Januari 2009

AS Waspadai Serangan Cyber

Jakarta - Serangan cyber dapat dengan sekejap menghantam suatu negara, tak terkecuali bagi negara adidaya Amerika Serikat. FBI pun turun tangan dan mengeluarkan peringatannya.Shawn Henry, asisten direktur divisi cybercrime FBI dalam sebuah konferensi pers di New York mengungkapkan, serangan komputer bisa menjadi ancaman terbesar bagi keamanan nasional. Bahkan kekhawatiran terhadap serangan cyber berada di bawah ancaman bom nuklir dan senjata berat.Para pakar di AS pun telah memperingatkan soal kemungkinan adanya 'cybergeddon'. Yaitu kondisi dimana segala sarana infrastruktur yang terhubung atau dijalankan dengan komputer diserang oleh penjahat cyber.

Michael Balboni, sekretaris deputi keamanan publik negara bagian New York, mendeskripsikan peringatan tersebut sebagai suatu ancaman yang sangat besar di luar sana. Terlebih bagi lembaga keuangan macam bank, fasilitas pengairan dan lain sebagainya. Serangan cyber yang tergolong besar juga telah terjadi beberapa waktu lalu. Yaitu ketika cracker Rusia menyerang jaringan internet Estonia dan Georgia.

Sementara yang belum lama ini juga terjadi adalah aksi cracker simpatisan Palestina yang menyerang ratusan situs milik Israel.Dan meski gerilya serangan cyber ini belum meluluhlantahkan jaringan internet di AS. Namun negeri Paman Sam ini terus waspada guna menghadang laju penjahat cyber yang kian merajalela.Apalagi, AS kerap menjadi pelampiasan amarah para militan garis keras. Kelompok ini pun sudah mahir dalam mengoptimalkan internet untuk merekrut anggota dan menyebarkan seruan pesan mereka ke seluruh penjuru dunia. Evan Kohlam dari Global Terror Alert yang berada di Washinton mengatakan, situs milik para militan ini sebenarnya dapat dengan mudah dihancurkan. "Tapi dengan begitu mudah pula mereka akan muncul kembali keesokan harinya di dunia maya," ujarnya seperti dikutip detikINET dari AFP, Rabu (8/1/2009).

Sumber : Detikinet.com
Diposkan oleh Irfan pada 11:52 PM
Kategori Dunia Cyber

0 komentar:

Poskan Komentar

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda
Langgan: Poskan Komentar (Atom)
Terima Kasih Telah Berkunjung di Belajarterus-belajar.blogspot.com
Copyleft Irfan 2008 - 2009