Bersama Irfan

Belajar Terus Biar Pinter

.: Dari Seorang Anak Desa Tanjung Kecamatan Tebing Tinggi Barat Kabupaten Meranti Provinsi Riau Indonesia : Ujung Dunia Untuk Seluruh Dunia :.

Irfan
Lihat profil lengkapku
Post
Atom
Post
Komentar
Atom
Komentar

Sedang Online

Total pengunjung
Graphic Designer - Company Brand Design
Graphic Designer

Save Palestine


Arsip

  • ►  2009 (12)
    • ►  Januari (12)
      • Operator Telekomunikasi Indonesai
      • 10 Negara Pengguna Internet Tertinggi Di Asia
      • LCD Paling Tipis Didunia
      • Gambar yang aneh-aneh
      • Teroris Cyber Ancam India
      • Ancaman Cyber Diwaspadai Symantec Di 2009
      • Virus Hopeless Diawal Tahun
      • 10 Tips Mengamankan Komputer
      • AS Waspadai Serangan Cyber
      • Televisis Masa Depan Toshiba
      • Bank Jateng Dibobol Cracker
      • Polisi boleh menghack seenaknya
  • ▼  2008 (3)
    • ▼  Desember (3)
      • Manusia "Bersayap" Terbang Lintasi Selat Inggris
      • Protokol Internet Antarpelanet
      • Meranti Disahkan jadi Kabupaten
Powered By Blogger

Kategori Arsip

  • Dunia Cyber (5)
  • Gambar (1)
  • Politik (1)
  • Sains (2)
  • Statistik (2)
  • Teknologi Elektronik (2)
  • Trik dan Tips (1)
  • Virus (1)

Selasa, 30 Desember 2008

Protokol Internet Antarpelanet

JAKARTA, KAMIS - Untuk pertama kalinya, badan antriksa AS (NASA) sukses menguji pengiriman data melalui sambungan Internet khusus yang didesain untuk komunikasi ruang angkasa. Dalam uji coba tersebut dikirimkan foto yang dipotret sebuah wahana ruang angkasa yang sedang mengarungi antariksa pada jarak 32 juta kilometer dari Bumi.

"Ini merupakan langkah awal untuk membangun kapasitas baru komunikasi ruang angkasa, sebuah Internet antarplanet," ujar Adrian Hooke, ketua tim peneliti yang bermarkas di Washington DC, AS. Keberhasilan tersebut diumumkan Selasa (18/11) lalu. Jaringan Internet antarplanet ini dikembangkan bersama antara NASA dan Vint Cerf, wakil presiden Google yang dikenal pula sebagai "bapak Internet." Selama 10 tahun terakhir, Cerf membantu pengembangan protokol software yang digunakan untuk transmisi data di ruang angkasa yang disebut DTN (Disrupt-Tolerant Networking). DTN mengirimkan informasi menggunakan metode yang berbeda dengan TCP/IP (Transmission Control Protocol/Internet Protocol), yang juga dikembangkan Cerf bersama koleganya. Protokol tersebut harus mampu menangani delay yang cukup lama, gangguan sinyal, dan mempertahanakn koneksi sehingga data yang dikirimkan tetap utuh.Gangguan bisa datang dari badai Matahari atau saat wahana ruang angkasa bergerak ke belakang objek yang diamati. Jarak yang sangat jauh juga menjadi tantangan tersendiri seperti proses pengiriman data dari Mars yang membutuhkan delay antara 4-20 menit meski dikirim dengan kecepatan cahaya.

Jika pengiriman terpaksa berhenti di tengah jalan, setiap simpul jaringan akan menyimpan informasi tersebut dan kembali menersukannya jika sambungan normal. Hal ini berbeda dengan jaringan Internet di Bumi yang langsung mengabaikan data yang dikirimkan begitu sambungan terputus."Dalam dunia ruang angkasa saat ini, tim operasi harus secara manual mengatur jadwal setiap link komunikasi yang dipakai, data yang akan dikirim, dan tujuannya," ujar Leigh Togerson, manajer DTN Experiment Operation di Laboratorium Propulsi Jet NASA di Pasadena, AS.

Dengan DTN, hal tersebut tidak perlu dilakukan. Data akan terkirim secara otomatis sehingga lebih efisien. Uji coba pengiriman data melalui DTN dilakukan dari wahana ruang angkasa bernama Deep Impact yang tengah memburu Komet Hartley 2 setelah sukses mendekati Komet Tempel tiga tahun lalu.

Sumber : Kompas.Com
Diposkan oleh Irfan pada 12:10 AM
Kategori Sains

0 komentar:

Poskan Komentar

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda
Langgan: Poskan Komentar (Atom)
Terima Kasih Telah Berkunjung di Belajarterus-belajar.blogspot.com
Copyleft Irfan 2008 - 2009